<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Epjq's Weblog &#187; islamic article</title>
	<atom:link href="http://epjq.wordpress.com/category/islamic-article/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://epjq.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Sep 2008 02:35:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='epjq.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a21401a266fb1bf94ef4a7a2d5c4f9f7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Epjq's Weblog &#187; islamic article</title>
		<link>http://epjq.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://epjq.wordpress.com/osd.xml" title="Epjq&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Bagaimana Hukumnya Merasa Sial Dengan Angka 13 Atau Lainnya ?</title>
		<link>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/bagaimana-hukumnya-merasa-sial-dengan-angka-13-atau-lainnya/</link>
		<comments>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/bagaimana-hukumnya-merasa-sial-dengan-angka-13-atau-lainnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 02:31:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epjq</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamic article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epjq.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[
Bagaimana Hukumnya Merasa Sial Dengan Angka 13 Atau Lainnya ?
(Oleh : Syaikh Al Munajid)
Segala Puji bagi Allah. Tidak layak bagi seorang muslim yang mengimani Tuhannya dan Islam sebagai agamanya, dan mengimani Muhammad SAW sebagai nabi dan Rasulnya juga beriman terhadap Qodar baik dan buruknya, untuk meyakini adanya pengaruh tertentu dari suatu dzat atau sifat, bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=228&subd=epjq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:24pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#000066;">Bagaimana Hukumnya Merasa </span></strong><strong><span style="font-size:24pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:red;">Sial </span></strong><strong><span style="font-size:24pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#000066;">Dengan </span></strong><strong><span style="font-size:24pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:red;">Angka 13</span></strong><strong><span style="font-size:24pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#000066;"> Atau Lainnya ?</span></strong><strong><span style="font-size:24pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#cc3399;"><br />
</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:#cc9933;">(Oleh : Syaikh Al Munajid)</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">Segala Puji bagi Allah<strong>.</strong> Tidak layak bagi seorang muslim yang mengimani Tuhannya dan Islam sebagai agamanya, dan mengimani Muhammad SAW sebagai nabi dan Rasulnya juga beriman terhadap Qodar baik dan buruknya, untuk meyakini adanya pengaruh tertentu dari suatu dzat atau sifat, bahwa hal tersebut bisa mendatangkan manfaat atau menolak mudharat, padahal tidak diajarkan. Dalam agama (syara), tetapi hal itu hanya merupakan warisan jahiliyah yang sudah dibatalkan Islam, dan kepercayaan semacam itu merupakan perbuatan musyrik yang menghilangkan kesempurnaan tauhid karena hal itu hanyalah bujukan syetan dan buaiannya. Seperti yang dicontohkan Allah tentang keluarga Fir&#8217;aun dalam firmannya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:fuchsia;">&#8220;Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran(kebajikan) mereka berkata : &#8220;ini adalah karena(usaha kami)&#8221; dan jika mereka ditimpa kesusahan mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya.&#8221;</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;"> (QS Al-A&#8217;raf : 31)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">Mereka itu kalau ditimpa musibah atau paceklik mereka lemparkan kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang menyertainya dari orang-orang mukmin, kemudian Allah menjawab kesialan mereka itu dengan firmannya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:fuchsia;">&#8220;…ketauhilah sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">Ibnu Abbas Radhiyallaahu anhu berkata: artinya adalah apa yang telah ditentukan dan ditetapkan bagi mereka. Maka kesialan mereka itu adalah karena kekufuran mereka dan karena mereka mendustai ayat-ayat Allah dan RasulNya. terdapat beberapa hadits yang melarang untuk merasa sial atau tathayur dengan sesuatu, Tathayur ini pada mulanya adalah merasa sial pada sebagian burung, tapi kemudian menjadi tanda bagi segala sesuatu yang disialkan, diantaranya seperti yang terdapat pada hadits Abu Hurairah semoga Allah meridhainya. Bahwasanya Nabi SAW bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:fuchsia;">&#8221; Tidak ada Adwa, thiarah, hamah dan shafar &#8220;</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;"> (HR. Bukhari muslim )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">dan Muslim menambahkan dalam riwayatnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">&#8221; dan tidak ada nau dan Ghaul &#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">Maka Nabi SAW melarang Adwa (penularan penyakit ) yang sudah menjadi anggapan orang-orang jahiliyah dalam menyandarkan penyakit kepada selain Allah, dan bahwa penyakit itu terjangkit atau menular dengan sendirinya tanpa kehendak dan takdir Allah ta&#8217;ala, lantas Nabi mengkhabarkan bahwa semua itu terjadi atas kehendak dan takdir Allah Ta&#8217;ala dan seorang hamba diperintah untuk menjauhi sebab-sebab kejahatan dan mencari keselamatan. Perkataan Nabi SAW :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">&#8220;Tidak ada Shafar&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">maksudnya seperti pendapat salah satu dua pendapat ulama yaitu <em>&#8220;Bulan Shafar&#8221; </em>dimana orang-orang jahiliyah menganggap sial dengan bulan itu, seperti kata Muhammad bin Rasyid dari orang yang pernah mendengarnya berkata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:fuchsia;">&#8220;Adalah orang-orang jahiliyah merasa sial dengan bulan shafar, mereka mengatakan bahwa bulan shafar adalah bulan yang membawa kesialan tidak menguntungkan, maka nabi membatalkan semua itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">&#8220;Merasa sial dengan bulan shafar termasuk jenis thiyarah yang terlarang, demikian pula merasa sial dengan sebagian hari seperti dengan hari Rabu. Dan orang-orang jahiliyah menganggap sial terhadap bulan Syawal khususnya dalam pernikahan.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">Dan tidak diragukan lagi bahwa menganggap sial dengan angka 13 seperti pertanyaan diatas adalah termasuk jenis thiyarah, yang tidak ada keterangan satu dalil pun baik dari Al-qur&#8217;an ataupun Sunnah yang menjelaskan bahwa pada angka(hari) tsb ada sebab-sebab kesialan, atau ketidak beruntungan. Hari itu adalah hari biasa seperti hari-hari lainnya. Adapun kejadian-kejadian yang terjadi pada hari itu adalah berdasarkan ketentuan dan takdir Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala untuk terjadi dengan cara seperti itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">Andaikan setiap orang menyibukkan diri untuk menghitung nomor-nomor dan tanggal yang padanya terjadi musibah-musibah yang menimpa umat, maka akan terdapat keselarasan diantara sebagiannya, akan tetapi keselarasan ini tidak ada hubungannya dengan merasa sial dengan angka atau tanggal dimana terjadi suatu kejadian atau musibah itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">Adapun obat kegalauan semacam ini adalah hendaknya seorang hamba menguatkan hati, keyakinan dan tawakalnya kepada Allah, dan hendaknya mengetahui bahwa tidak ada satu kejadianpun yang menimpa kecuali berdsarkan taqdir(ketentuan) dari Allah, dan hendaknya berhati-hati terhadap buaian syetan dalam godaan-godaannya serta jalan-jalannya, seseorang itu terkadang dihukum dengan terjerumus kepada sesuatu yang dibenci, itu dikarenakan ia berpaling dari iman kepada Allah dan berpaling dari mengi&#8217;tikadkan bahwa segala kebaikan itu berada ditangan Allah, Dialah satu-satunya yang dapat menolak mudharat dengan kuasanya dan kelembutannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">Dan Nabi telah memberikan petunjuk kepada kita bila kita terjerumus pada satu thiyarah atau kesialan dengan satu kaffarah(tebusan), seperti pada hadits yang terdapat pada hadits Abdullah bin Umar bahwasanya Nabi bersabda :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:fuchsia;">&#8220;barang siapa yang mengurungkan hajatnya (kepentingannya) karena thiyarah, maka dia telah berbuat syirik&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:navy;">para sahabat bertanya : &#8220;Lalu apakah sebagai tebusannya ? &#8221; beliau menjawab &#8220;supaya dia Mengucapkan&#8230;&#8221; yang artinya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:fuchsia;">&#8220;Ya Allah tiada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau, tiada kesialan kecuali kesialan dari Engkau dan tiada sembahan yang haq selain Engkau&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epjq.wordpress.com/228/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epjq.wordpress.com/228/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epjq.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epjq.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epjq.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epjq.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epjq.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epjq.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epjq.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epjq.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epjq.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epjq.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=228&subd=epjq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/bagaimana-hukumnya-merasa-sial-dengan-angka-13-atau-lainnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a031f95137eeb08ee974e09bde81fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epj's</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NASEHAT LUQMAN AL HAKIM KEPADA PUTRANYA</title>
		<link>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/nasehat-luqman-al-hakim-kepada-putranya/</link>
		<comments>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/nasehat-luqman-al-hakim-kepada-putranya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 02:26:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epjq</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamic article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epjq.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[
NASEHAT LUQMAN AL HAKIM KEPADA PUTRANYA
Segala puji bagi Allah SWT, sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, shahabat, keluarga serta orang-orang yang masih berittiba&#8217; (mengikuti) kepada beliau sampai hari kiamat.
Al Qur&#8217;an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=219&subd=epjq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;color:#009900;">NASEHAT LUQMAN </span></strong><strong><span style="font-family:Arial;color:#009900;">AL</span></strong><strong><span style="font-family:Arial;color:#009900;"> HAKIM KEPADA PUTRANYA</span></strong></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Segala puji bagi Allah SWT, sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, shahabat, keluarga serta orang-orang yang masih berittiba&#8217; (mengikuti) kepada beliau sampai hari kiamat.<br />
Al Qur&#8217;an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan teladan. Salah satu isi pokok dari Al Qur&#8217;an adalah kisah perjalanan kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dari umat-umat sebelum nabi Muhammad SAW. Hikmah diceritakannya sirah manusia-manusia pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dari keteladanan iman, sifat dan akhlaq mereka. Maka disini akan saya angkat sebuah kisah Luqman Al Hakim yang penuh dengan hikmah bagi kita semua.<br />
.<br />
1. <strong><span style="color:#a36209;">Tidak menyekutukan Allah.</span></strong><br />
Sebesar-besar kedzaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT<br />
&#8220;Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: &#8220;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar&#8221;.(Q.S. Luqman:13)<br />
Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertobat dan meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak untuk<br />
disembah (Allahu mustahiqqul &#8216;ibaadah). Dia lah yang berhaq di mintai pertolongan. Hanya kepada-Nyalah segala urusan diserahkan, takut (khouf), berharap (raja&#8217;) hanya layak ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada yang lainnya</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">2. <strong><span style="color:#a36209;">Berbuat baik kepada kedua orang tua.</span></strong><br />
Firman Allah SWT.<br />
&#8220;Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.&#8221;( QS.Luqman: 14)<br />
Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat:<br />
&#8220;Amalan apakah yang dicintai oleh Allah ?Beliau menjawab: Shalat pada waktunya, ia bertanya lagi: Kemudian Apa ?, Beliau menjawab: berbuat baik kepada orang tua, .Ia bertanya lagi: kemudian apa?, </span><span style="font-family:Arial;">Belau</span><span style="font-family:Arial;"> menjawab: Jihad di jalan Allah&#8221; (shahih Bukhari V/2227, hadits No.5625)</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">3. <strong><span style="color:#a36209;">Ketaatan kepada kedua orang tua harus dilandasi oleh ketaatan kepada Allah</span></strong>; karena tidak boleh taat kepada keduanya dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah, lebih-lebih menyekutukan Allah ( syirik ). Allah berfirman</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik&#8221;(QS. Luqman: 14).</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">4. <strong><span style="color:#a36209;">Mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah SWT</span></strong><br />
Firman Allah SWT<br />
Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. Luqman: 15)<br />
Disini Luqman memberikan sebuah nasehat kepada anaknya agar ia mengikuti jejak orang-orang yang kembali kepada Allah SWT yaitu para nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang selalu bertaubat kepada Allah SWT, yang telah diberi Allah SWT hidayah, yaitu tetap dalam agama yang hanif yakni Islam.</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">5. <strong><span style="color:#a36209;">Allah akan membalas semua perbuatan manusia.</span></strong><br />
Firman Allah swt :<br />
(Luqman berkata): &#8220;Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Q.S: 16)</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">&#8220;Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula&#8221;. (QS. Al Zalzalah: 7-8).</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">6.<strong><span style="color:#a36209;"> Menegakkan sholat.</span></strong><br />
Shalat adalah tiang agama, sehingga ia tidak akan tegak tanpa shalat. Maka sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan menegakkannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 17 yang berbunyi :<br />
&#8220;Hai anakku, dirikanlah shalat …&#8221;<br />
Shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT.<br />
…&#8221;Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.&#8221; (QS. Al &#8216;Ankabuut: 45)</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">7. <strong><span style="color:#a36209;">Amar Ma&#8217;ruf nahi Munkar.</span></strong><br />
</span><span style="font-family:Arial;">Ada</span><span style="font-family:Arial;"> dua komponen penting dalam Islam yang memberikan sebuah dorongan yang kuat kepada setiap muslim untuk mendakwahkan agama yang dianutnya, yaitu Amar ma&#8217;ruf nahi mungkar (memerintahkan berbuat kebajikan dan mencegah yang mungkar). Perintah untuk beramar ma&#8217;ruf nahi mungkar sangat banyak di dalam Al Qur&#8217;an seperti :</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung&#8221;.(QS. Ali Imran:104).</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">8. <strong><span style="color:#a36209;">Bersabar terhadap apa yang menimpa kita.</span></strong><br />
Sesungguhnya segala cobaan yang menimpa seorang muslim itu adalah merupakan sesuatu yang mesti terjadi karena itulah bentuk ujian (ikhtibar) dari Allah SWT, apakah ia sabar atau tidak ?, firman Allah SWT.<br />
&#8220;Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).&#8221;(QS. Luqman:17)</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">9. <strong><span style="color:#a36209;">Tidak Menyombongkan diri</span></strong><br />
Sifat takabur atau merasa besar dihadapan manusia adalah sifat yang dibenci oleh Allah SWT.<br />
&#8220;Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.&#8221;</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">10. <strong><span style="color:#a36209;">Bersikap pertengahan dalam segala hal dan berakhlaq yang baik</span></strong><br />
Islam tidak menghendaki sikap Ghuluw (berlebih-lebihan) juga tidak menginginkan untuk bersikap tahawun (meremehkan) dalam segala hal termasuk juga dalam perkara-perkara yang menurut penilaian sebagian orang dianggap kecil seperti sikap berjalan, berbicara dsb. Allah SWT mengatur itu semua sebagaimana firmanNya:<br />
&#8220;Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.&#8221;<br />
Manusia akan mempunyai nilai jika menampakkan akhlaq yang baik, karena tujun diutusnya Rasulullah SAW selain untuk menyeru kepada Allah ( Ad-dakwah ilallah) adalah untuk menyempurnakan Akhlaq dan budi pekerti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epjq.wordpress.com/219/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epjq.wordpress.com/219/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epjq.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epjq.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epjq.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epjq.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epjq.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epjq.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epjq.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epjq.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epjq.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epjq.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=219&subd=epjq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/nasehat-luqman-al-hakim-kepada-putranya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a031f95137eeb08ee974e09bde81fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epj's</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jilbab wanita muslimah</title>
		<link>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/jilbab-wanita-muslimah/</link>
		<comments>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/jilbab-wanita-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 02:23:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epjq</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamic article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epjq.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[
Jilbab Wanita Muslimah 
Oleh: Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany

Penelitian kami terhadap ayat-ayat Al-Quran, As-Sunnah dan atsar-atsar Salaf dalam masalah yang penting ini, memberikan jawaban kepada kami bahwa jika seorang wanita keluar dari rumahnya, maka ia wajib menutup seluruh anggota badannya dan tidak menampakkan sedikitpun perhiasannya, kecuali wajah dan dua telapak tangannya, maka ia harus menggunakan pakaian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=216&subd=epjq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:red;">Jilbab Wanita Muslimah </span></strong></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:green;">Oleh: Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Verdana;color:purple;"><br />
Penelitian kami terhadap ayat-ayat Al-Quran, As-Sunnah dan atsar-atsar Salaf dalam masalah yang penting ini, memberikan jawaban kepada kami bahwa jika seorang wanita keluar dari rumahnya, maka ia wajib menutup seluruh anggota badannya dan tidak menampakkan sedikitpun perhiasannya, kecuali wajah dan dua telapak tangannya, maka ia harus menggunakan pakaian (jilbab) yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :</span></p>
<p><strong>1. MELIPUTI SELURUH BADAN SELAIN YANG DIKECUALIKAN<br />
</strong><br />
Syarat ini terdapat dalam firman Allah dalam surat An-Nuur : 31 berbunyi : &#8220;Katakanlah kepada wanita yang beriman : &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudar mereka (kakak dan adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka (=keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.<br />
Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.&#8221;</p>
<p>Juga firman Allah dalam surat Al-Ahzab : 59 berbunyi : &#8220;Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin : &#8220;Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.&#8221;</p>
<p>Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya : &#8220;Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi, kecuali yang tidak mungkin disembunyikan.&#8221; Ibnu Masud berkata : Misalnya selendang dan kain lainnya. &#8220;Maksudnya adalah kain kudung yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serat bagian bawah pakiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak mungkin disembunyikan.&#8221;</p>
<p>Al-Qurthubi berkata : Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : &#8220;Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.&#8221; Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Allah Pemberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya.&#8221;</p>
<p><strong>2. BUKAN BERFUNGSI SEBAGAI PERHIASAN<br />
</strong><br />
Ini berdasarkan firman Allah dalam surat An-Nuur ayat 31 berbunyi : &#8220;Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka.&#8221; Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkan pandangan kepadanya. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 33 : &#8220;Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti oang-orang jahiliyah.&#8221;</p>
<p>Juga berdasarkan sabda Nabi : &#8220;Ada tida golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah dan mendurhakai imamnya serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya.&#8221; (Dikeluarkan Al-Hakim 1/119 dan disepakati Adz-Dzahabi; Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad; At-Thabrani dalam Al-Kabir; Al-Baihaqi dalam As-Syuaib).</p>
<p>Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).</p>
<p><strong>3. KAINNYA HARUS TEBAL (TIDAK TIPIS)<br />
</strong><br />
Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali harus tebal. Jika tipis, maka hanya akan semakin memancing fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda : &#8220;Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk.&#8221; Di dalam hadits lain terdapat tambahan : &#8220;Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian.&#8221; (At-Thabrani dalam Al-Mujam As-Shaghir hal. 232; Hadits lain tersebut dikeluarkan oleh Muslim dari riwayat Abu Hurairah. Lihat Al-HAdits As-Shahihah no. 1326).</p>
<p>Ibnu Abdil Barr berkata : Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu<br />
tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang. (dikutip oleh As-Suyuthi dalam Tanwirul Hawalik III/103).</p>
<p>Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahawsannya Umar bin Al-Khattab pernah memakai baju Qubthiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna putih) kemudian Umar berkata : Jangan kamu pakaikan baju ini untuk istri-istrimu !. Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin, Telah saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah dari arah depan maupun belakang, namun aku tidk melihatnya sebagai pakaian yang tipis ! Maka Umar menjawab : Sekalipun tidak tipis, namun ia mensifati (menggambarkan lekuk tubuh). (Riwayat Al-Baihaqi II/234-235; Muslim binAl-Bitthin dari Ani Shalih dari Umar).</p>
<p>Atsar di atas menunjukkan bahwa pakaian yang tipis atau yang mensifati dan menggambarkan lekuk-lekuk tubuh adalah dilarang. Yang tipis (transparan) itu lebih parah daripada yang menggambarkan lekuk tubuh (tapi tebal). Oleh<br />
karena itu Aisyah pernah berkata : &#8220;Yang namanya khimar adalah yang dapat menyembunyikan kulit dan rambut.&#8221;</p>
<p><strong>4. HARUS LONGGAR (TIDAK KETAT) SEHINGGA TIDAK DAPAT MENGGAMBARKAN SESUATU DARI TUBUHNYA<br />
</strong><br />
Usamah bin Zaid pernah berkata : Rasulullah pernah memberiku baju Quthbiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku : &#8220;Mengapa kamu tidak mengenakan baju Quthbiyah ?&#8221; Aku menjawab : Aku pakaiakan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : &#8220;Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Quthbiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.&#8221; (Ad-Dhiya Al-Maqdisi dalam Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441; Ahmad dan Al-Baihaqi dengan sanad Hasan). Aisyah pernah berkata : Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya. (Ibnu Sad VIII/71).</p>
<p>Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya : Baju, khimar dan milhafah (mantel). (Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf II:26/1).</p>
<p>Ini semua juga menguatkan pendapat yang kami pegangi mengenai wajibnya menyatukan antara khimar dan jilbab bagi kaum wanita jika keluar rumah.</p>
<p><strong>5. TIDAK DIBERI WEWANGIAN ATAU PARFUM<br />
</strong><br />
Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata : Rasulullah bersabda : &#8220;Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.&#8221; (An-Nasai II/283; Abu Daud II/192; At-Tirmidzi IV/17; Ahmad IV/100, Ibnu Khuzaimah III/91; Ibnu Hibban 1474; Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).</p>
<p>Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah bahwasannya Nabi bersabda : &#8220;Jika salah seorang diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid, maka jangan sekali-kali mendekatinya dengan (memakai) wewangian.&#8221; (Muslim dan Abu Awanah<br />
dalam kedua kitab Shahih-nya; Ash-Shabus Sunan dn lainnya).</p>
<p>Dari Abu Hurairah bahwa ia berkata : Rasulullah bersabda : &#8220;Siapapun wanita yang memakai bakhur (wewangian yang berasal dari pengasapan), maka janganlah ia menyertai kami dalam menunaikan shalat Isya yang akhir.&#8221; (ibid)</p>
<p>Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah : Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian menerpanya. Maka Abu Hurairah berkata : Wahai hamba Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : &#8220;Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi.&#8221; (Al-Baihaqi III/133; Al-Mundziri III/94).</p>
<p>Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata : Hadits tersebut menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki (Al-Munawi dalam Fidhul Qadhir dalam mensyarahkan hadits dari Abu Hurairah).</p>
<p>Saya (Al-Albany) katakan : Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya ? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu<br />
jauh lebih haram dan lebih besar dosanya. Al-Haitsami dalam kitab AZ-Zawajir II/37 menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai wewangian dn berhias adalah termasuk perbuatan kabair (dosa besar) meskipun suaminya mengizinkan.</p>
<p><strong>6. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAKI-LAKI<br />
</strong><br />
Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyrupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya.</p>
<p>Dari Abu Hurairah berkata : Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria (Abu Daud II/182; Ibnu Majah I/588; Ahmad II/325; Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).</p>
<p>Dari Abdullah bin Amru yang berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda : &#8220;Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita.&#8221; (Ahmad II/199-200; Abu Nuaim dalam Al-Hilyah III/321)</p>
<p>Dari Ibnu Abbas yang berkata : Nabi melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda : &#8220;Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan.&#8221; Dalam lafadz lain : &#8220;Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria.&#8221; (Al-Bukhari X/273-274; Abu Daud II/182,305; Ad-Darimy II/280-281; Ahmad no. 1982,2066,2123,2263,3391,3060,3151 dan 4358; At-Tirmidzi IV/16-17; Ibnu Majah V/189; At-Thayalisi no. 2679).</p>
<p>Dari Abdullah bin Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : &#8220;Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang<br />
bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu).&#8221; (An-Nasai !/357; Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi; Al-Baihaqi X/226 dan Ahmad II/182).</p>
<p>Dalam haits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya.</p>
<p>Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.</p>
<p><strong>7. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN WANITA-WANITA KAFIR<br />
</strong><br />
Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya : Firman Allah surat Al-Hadid : 16, berbunyi : &#8220;Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.&#8221; Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata dalam Al-Iqtidha hal. 43 : Firman Allah &#8220;Janganlah mereka seperti&#8230;&#8221; merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan. Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini (IV/310) berkata : Karena itu Allah melarang orang-orang beriman menyerupai mereka dalam perkara-perkara pokok maupun cabang.</p>
<p>Allah berfirman : &#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) : &#8220;Raaina&#8221; tetapi katakanlah &#8220;Unzhurna&#8221; dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.&#8221; Ibnu Katsir I/148 berkata : Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mnyerupai ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan orang-orang kafir. Sebab, orang-orang Yahudi suka menggunakan plesetan kata dengan tujuan mengejek. Jika mereka ingin mengatakan &#8220;Denagrlah kami&#8221; mereka mengatakan &#8220;Raaina&#8221; sebagai plesetan kata &#8220;ruunah&#8221; (artinya<br />
ketotolan) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 46.</p>
<p>Allah telah memberi tahukan (dalm surat Al-Mujadalah : 22) bahwa tidak ada seorang mumin yang mencintai orang-orang kafir. Barangsiapa yang mencintai orang-orang kafir, maka ia bukan orang mumin, sedangkan tindakan<br />
menyerupakan diri secara lahiriah merupakan hal yang dicurigai sebagai wujud kecintaan, oleh karena itu diharamkan</p>
<p><strong>8. BUKAN PAKAIAN UNTUK MENCARI POPULARITAS (PAKAIAN KEBESARAN)<br />
</strong><br />
Berdasarkan hadits Ibnu Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : &#8220;Barangsiapa mengenakan pakaian (libas) syuhrah di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya<br />
dengan api neraka.&#8221; (Abu Daud II/172; Ibnu Majah II/278-279).</p>
<p>Libas Syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakain tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya,<br />
maupun pakaian yang bernilai rendah, yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya (Asy-Syaukani dalam Nailul Authar II/94). Ibnul Atsir berkata : &#8220;Syuhrah artinya terlihatnya sesuatu.<br />
Maksud dari Libas Syuhrah adalah pakaiannya terkenal di kalangan orang-orang yang mengangkat pandangannya mereka kepadanya. Ia berbangga terhadap orang lain dengan sikap angkuh dan sombong.&#8221;</p>
<p>Kesimpulannya adalah :<br />
Hendaklah menutup seluruh badannya, kecuali wajah dan dua telapak dengan perincian sebagaimana yang telah dikemukakan, jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas.</p>
<p>Dikutip dari Kitab Jilbab Al-Marah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah (Syaikh Al-Albany)</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epjq.wordpress.com/216/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epjq.wordpress.com/216/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epjq.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epjq.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epjq.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epjq.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epjq.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epjq.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epjq.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epjq.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epjq.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epjq.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=216&subd=epjq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/jilbab-wanita-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a031f95137eeb08ee974e09bde81fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epj's</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musibah</title>
		<link>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/musibah/</link>
		<comments>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/musibah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 02:20:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epjq</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamic article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epjq.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[
MUSIBAH 
&#8220;Pasti kami akan menguji kalian dengan sesuatu ketakutan dan kelaparan serta kekurangan harta, jiwa dan buah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar&#8221; 
(Q.S Al Baqarah : 155) 
Penjelasan
Dalam kehidupan ini seseorang tidak akan terlepas dari keadaan senang dan sedih. Senang bila mendapatkan karunia nikmat dan susah bila tertimpa musibah. Permasalahannya, bagaimana kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=213&subd=epjq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">MUSIBAH</span></strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><em><span style="font-family:Verdana;color:green;">&#8220;Pasti kami akan menguji kalian dengan sesuatu ketakutan dan kelaparan serta kekurangan harta, jiwa dan buah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar&#8221; </span></em></strong></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">(Q.S Al Baqarah : 155) </span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Penjelasan</span></strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;"><br />
Dalam kehidupan ini seseorang tidak akan terlepas dari keadaan senang dan sedih. Senang bila mendapatkan karunia nikmat dan susah bila tertimpa musibah. Permasalahannya, bagaimana kita dapat menguasai diri pada saat kita dihadapkan suatu musibah. Dan datangnya musibah itu suatu keniscayaan tidak bisa dihindari. Seperti dalam ayat diatas, ada macam-macam musibah. Mulai dari rasa takut karena ancaman pihak lain atau karena kelaparan karena susahnya memperoleh bahan pokok makanan, sampai kepada kehilangan harta, jiwa dan berbagai kepentingan duniawi. Allah SWT mengajarkan kepada kaum beriman apabila terkena musibah agar memperbanyak kesabaran dan sholat (QS Al Baqarah:153) yaitu tetap sabar menjalankan perintah Allah SWT, sabar dalam meninggalkan larangan Allah SWT dan sabar dalam menerima takdir dan ketentuan Allah SWT. Nabi SAW mencontohkan kepada kita bila ada kesulitan atau musibah hendaknya kita sabar dan sholat. Rasulullah SAW apabila ada kesulitan beliau sholat (HR. Abu Dawud). </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Demikian pula beliau mengajarkan ummat Islam jika terkena musibah agar berdoa` kepada Allah SWT seraya berkata, &#8221; Ya Allah SWT, berilah pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah dengan yang lebih baik daripadanya&#8221;, niscaya Allah SWT akan menggantikannya yang lebih baik&#8221;. (HR Ahmad ). </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Suatu kali Ummu Salamah tertimpa musibah dengan kematian suaminya tercinta Abu Salamah. Saat itu Ummu Salamah teringat pesan Nabi SAW agar berdoa` bila tertimpa musibah. Dia mengucapkan doa` itu:&#8221; Ya Allah SWT, berilah pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah dengan yang lebih baik daripadanya&#8221;. Selain Ummu Salamah percaya bahwa sebagaimana Rasulullah SAW berkata akan diganti dengan yang lebih baik, tapi Ummu Salamah bertanya-tanya &#8220;siapakah yang lebih baik dari suamiku Abu Salamah ?&#8221; Ternyata setelah masa iddahnya habis, Rasulullah SAW meminangnya. Maka Ummu Salamah semakin yakin bahwa Allah SWT betul-betul telah menggantinya dengan yang lebih baik yaitu Rasulullah SAW . </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Semakin seseorang kuat imannya, ujian dan musibah semakin banyak. Kita diajarkan Allah SWT agar jika terkena musibah agar mengucapkan Inna Lillahiwa inna Ilahi rajiun ( kita milik Allah dan akan kembali kepada Allah ). Sebagian ulama salaf berkata :&#8221; <strong>Segala musibah yang menimpa diri kita, pada hakekatnya ringan, selama musibah itu tidak menyangkut keutuhan agama kita</strong> &#8220;. Wallahu A`lam. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epjq.wordpress.com/213/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epjq.wordpress.com/213/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epjq.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epjq.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epjq.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epjq.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epjq.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epjq.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epjq.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epjq.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epjq.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epjq.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=213&subd=epjq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/musibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a031f95137eeb08ee974e09bde81fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epj's</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat Berjamaah</title>
		<link>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/shalat-berjamaah/</link>
		<comments>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/shalat-berjamaah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 02:17:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epjq</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamic article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epjq.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[
Salat Berjamaah

Hukum Salat Berjamaah
Salat berjamaah itu adalah wajib bagi tiap-tiap mukmin, tidak ada keringanan untuk meninggalkannya terkecuali ada uzur (yang dibenarkan dalam agama). Hadis-hadis yang merupakan dalil tentang hukum ini sangat banyak, di antaranya adalah sebagai berikut.
Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, ia berkata, &#8220;Telah datang kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam seorang lelaki buta, kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=210&subd=epjq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Salat Berjamaah</span></strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><br />
</span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Hukum Salat Berjamaah</span></strong></p>
<p>Salat berjamaah itu adalah wajib bagi tiap-tiap mukmin, tidak ada keringanan untuk meninggalkannya terkecuali ada uzur (yang dibenarkan dalam agama). Hadis-hadis yang merupakan dalil tentang hukum ini sangat banyak, di antaranya adalah sebagai berikut.</p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, ia berkata, &#8220;Telah datang kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam seorang lelaki buta, kemudian ia berkata, &#8216;Wahai Rasulullah, aku tidak punya orang yang bisa menuntunku ke masjid, lalu dia mohon kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam agar diberi keringanan dan cukup salat di rumahnya.&#8217; Maka Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam memberikan keringanan kepadanya. Ketika dia berpaling untuk pulang, beliau memanggilnya, seraya berkata, &#8216;Apakah engkau mendengar suara azan (panggilan) salat?&#8217;, ia menjawab, &#8216;Ya.&#8217; Beliau bersabda, <em>&#8216;Maka hendaklah kau penuhi (panggilah itu)&#8217;</em>.&#8221; (HR Muslim).</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata, &#8220;Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, <em>&#8216;Salat yang paling berat bagi orang munafik adalah salat Isya dan shalat Subuh. Seandainya mereka itu mengetahui pahala kedua salat tersebut, pasti mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Aku pernah berniat memerintahkan salat agar didirikan kemudian akan kuperintahkan salah seorang untuk mengimami salat, lalu aku bersama beberapa orang sambil membawa beberapa ikat kayu bakar mendatangi orang-orang yang tidak hadir dalam salat berjamaah, dan aku akan bakar rumah-rumah mereka itu.&#8221;</em> (Muttafaq &#8216;alaih). </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Dari Abu Darda Radhiallaahu anhu, ia berkata, &#8220;Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, <em>&#8216;Tidaklah berkumpul tiga orang, baik di suatu desa maupun di dusun, kemudian di sana tidak dilaksanakan salat berjamaah, terkecuali syaitan telah menguasai mereka. Maka hendaklah kamu senantiasa bersama jamaah (golongan yang banyak), karena sesungguhnya srigala hanya akan memangsa domba yang jauh terpisah (dari rombongannya).&#8221;</em> (HR Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan lainnya, hadis hasan). </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Dari Ibnu Abbas bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wasallam bersabda, <em>&#8220;Barang siapa mendengar panggilan azan namun tidak mendatanginya, maka tidak ada salat baginya, terkecuali karena uzur (yang dibenarkan dalam agama).&#8221;</em> (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan lainnya, hadis sahih). </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Dari Ibnu Mas&#8217;ud Radhiallaahu anhu, ia berkata, <em>&#8220;Sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam mengajari kami sunnah-sunnah (jalan-jalan petunjuk dan kebenaran) dan di antara sunnah-sunnah tersebut adalah salat di masjid yang dikumandangkan azan di dalamnya.&#8221;</em> (HR Muslim). </span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Keutamaan Salat Berjamaah </span></strong></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Shalat berjamaah mempunyai keutamaan dan pahala yang sangat besar. Banyak sekali hadis-hadis yang menerangkan hal tersebut di antaranya adalah sebagai berikut. </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, <em>&#8220;Shalat berjamaah dua puluh tujuh kali lebih utama daripada salat sendirian.&#8221;</em> (Muttafaq &#8216;alaih)</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, ia berkata, &#8220;Bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam, <em>&#8216;Salat seseorang dengan berjamaah lebih besar pahalanya sebanyak 25 atau 27 derajat daripada salat di rumahnya atau di pasar (maksudnya salat sendirian). Hal itu dikarenakan apabila salah seorang di antara kamu telah berwudu dengan baik kemudian pergi ke masjid, tidak ada yang menggerakkan untuk itu kecuali karena dia ingin salat, maka tidak satu langkah pun yang dilangkahkannya kecuali dengannya dinaikkan satu derajat baginya dan dihapuskan satu kesalahan darinya sampai dia memasuki masjid. Dan apabila dia masuk masjid, maka ia terhitung salat selama salat menjadi penyebab baginya untuk tetap berada di dalam masjid itu, dan malaikat pun mengucapkan shalawat kepada salah seorang dari kamu selama dia duduk di tempat salatnya. Para malaikat berkata, &#8216;Ya Allah, berilah rahmat kepadanya, ampunilah dia dan terimalah taubatnya.&#8217; Selama ia tidak berbuat hal yang mengganggu dan tetap berada dalam keadaan suci.&#8221;</em> (Muttafaq &#8216;alaih).</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Salat berjamaah bisa dilaksanakan dengan seorang makmum dan seorang imam, sekalipun salah seorang di antaranya adalah anak kecil atau perempuan. Semakin banyak jumlah jamaah dalam salat semakin disukai oleh Allah Subhanahu wa Taala. </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhuma, ia berkata, <em>&#8220;Aku pernah bermalam di rumah bibiku, Maimunah (salah satu istri Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam), kemudian Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam bangun untuk salat malam, maka aku pun ikut bangun untuk salat bersamanya, aku berdiri di samping kiri beliau, lalu beliau menarik kepalaku dan menempatkanku di samping kanannya.&#8221; </em>(Muttafaq &#8216;alaih).</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Dari Abu Sa&#8217;id al-Khudri dan Abu Hurairah Radhiallaahu anhuma, keduanya berkata, <em>&#8220;Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, &#8216;Barangsiapa bangun di waktu malam hari kemudian dia membangunkan isterinya, kemudian mereka berdua salat berjamaah, maka mereka berdua akan dicatat sebagai orang yang selalu berdzikir kepada Allah.&#8221;</em> (HR Abu Daud dan al-Hakim, hadis sahih). </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Dari Abu Sa&#8217;id al-Khudri Radhiallaahu anhu, &#8220;Bahwasanya seorang laki-laki masuk masjid sedangkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam sudah salat bersama para sahabatnya, maka beliau pun bersabda, <em>&#8216;Siapa yang mau bersedekah untuk orang ini, dan menemaninya salat.&#8217;</em> Lalu berdirilah salah seorang dari mereka kemudian dia salat bersamanya.&#8221; (HR Abu Daud dan at-Tirmidzi, hadis sahih). </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Dari Ubay bin Ka&#8217;ab Radhiallaahu anhu, ia berkata, <em>&#8220;Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, Salat seseorang bersama orang lain (berdua) lebih besar pahalanya dan lebih menyucikan daripada salat sendirian, dan salat seseorang ditemani oleh dua orang lain (bertiga) lebih besar pahalanya dan lebih menyucikan daripada salat dengan ditemani satu orang (berdua), dan semakin banyak (jumlah jamaah) semakin disukai oleh Allah Taala.&#8221;</em> (HR Ahmad, Abu Daud dan an-Nasai, hadis hasan).<br />
</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epjq.wordpress.com/210/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epjq.wordpress.com/210/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epjq.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epjq.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epjq.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epjq.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epjq.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epjq.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epjq.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epjq.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epjq.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epjq.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=210&subd=epjq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/shalat-berjamaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a031f95137eeb08ee974e09bde81fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epj's</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ghibah Yang Di Bolehkan</title>
		<link>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/ghibah-yang-di-bolehkan/</link>
		<comments>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/ghibah-yang-di-bolehkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 02:12:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epjq</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamic article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epjq.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[
GHIBAH YANG DIBOLEHKAN
Ghibah adalah salah satu perbuatan yang tercela dan memiliki dampak negatif yang cukup besar. Ghibah dapat mencerai-beraikan ikatan kasih sayang dan ukhuwah sesama manusia. Seseorang yang berbuat ghibah berarti dia telah menebarkan kedengkian dan kejahatan dalam masyarakat. Walaupun telah jelas besarnya bahaya ghibah, tapi masih banyak saja orang yang melakukannya dan menganggap remeh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=206&subd=epjq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">GHIBAH YANG DIBOLEHKAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Ghibah adalah salah satu perbuatan yang tercela dan memiliki dampak negatif yang cukup besar. Ghibah dapat mencerai-beraikan ikatan kasih sayang dan ukhuwah sesama manusia. Seseorang yang berbuat ghibah berarti dia telah menebarkan kedengkian dan kejahatan dalam masyarakat. Walaupun telah jelas besarnya bahaya ghibah, tapi masih banyak saja orang yang melakukannya dan menganggap remeh bahaya ghibah (mengum-pat/menggunjing).</span></p>
<p>Akan tetapi ternyata ada beberapa hal yang mengakibatkan seseorang diperbolehkan untuk mengumpat/menggunjing. Namun sebelum mengetahui kriteria masalah apa saja yang membolehkan seseorang untuk melakukan ghibah, ada baiknya kita mengetahui dahulu apa itu ghibah.</p>
<p><strong>Definisi Ghibah</strong></p>
<p>Definisi ghibah dapat kita lihat dalam hadits Rasulullah e berikut ini:<br />
&#8220;Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.&#8221; Si penanya kembali bertanya, &#8220;Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu bila apa yang diceritakan itu benar ada padanya ?&#8221; Rasulullah e menjawab, &#8220;kalau memang benar ada padanya, itu ghibah namanya. Jika tidak benar, berarti engkau telah berbuat buhtan (mengada-ada).&#8221; (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).</p>
<p>Berdasarkan hadits di atas telah jelas bahwa definisi ghibah yaitu menceritakan tentang diri saudara kita sesuatu yang ia benci meskipun hal itu benar. Ini berarti kita menceritakan dan menyebarluaskan keburukan dan aib saudara kita kepada orang lain. Allah sangat membenci perbuatan ini dan mengibaratkan pelaku ghibah seperti seseorang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Allah I berfirman:</p>
<p><em>&#8221; Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS. Al-Hujurat: 12)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Bentuk-bentuk Ghibah yang Diperbolehkan.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Imam Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim dan Riyadhu As-Shalihin, menyatakan bahwa ghibah hanya diperbolehkan untuk tujuan syara&#8217; yaitu yang disebabkan oleh enam hal, yaitu:</span></p>
<p><strong>1</strong>. Orang yang mazhlum (teraniaya) boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzhaliminya kepada seorang penguasa atau hakim atau kepada orang yang berwenang memutuskan suatu perkara dalam rangka menuntut haknya.<br />
Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur&#8217;an surat An-Nisa ayat 148:</p>
<p><em>&#8220;Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&#8221; (QS. An-Nisa&#8217; : 148).<br />
</em><br />
Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang teraniaya boleh menceritakan keburukan perbuatan orang yang menzhaliminya kepada khalayak ramai. Bahkan jika ia menceritakannya kepada seseorang yang mempunyai kekuasaan, kekuatan, dan wewenang untuk menegakkan amar ma&#8217;ruf nahi munkar, seperti seorang pemimpin atau hakim, dengan tujuan mengharapkan bantuan atau keadilan, maka sudah jelas boleh hukumnya.</p>
<p>Tetapi walaupun kita boleh mengghibah orang yang menzhalimi kita, pemberian maaf atau menyembunyikan suatu keburukan adalah lebih baik. Hal ini ditegaskan pada ayat berikutnya, yaitu Surat An-Nisa ayat 149:</p>
<p><em>&#8220;Jika kamu menyatakan kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.&#8221; (QS. An-Nisa: 149)<br />
</em><br />
<strong>2</strong>. Meminta bantuan untuk menyingkirkan kemungkaran dan agar orang yang berbuat maksiat kembali ke jalan yang benar.<br />
Pembolehan ini dalam rangka isti&#8217;anah (minta tolong) untuk mencegah kemungkaran dan mengembalikan orang yang bermaksiat ke jalan yang hak. Selain itu ini juga merupakan kewajiban manusia untuk ber-amar ma&#8217;ruf nahi munkar. Setiap muslim harus saling bahu membahu menegakkan kebenaran dan meluruskan jalan orang-orang yang menyimpang dari hukum-hukum Allah, hingga nyata garis perbedaan antara yang haq dan yang bathil.</p>
<p><strong>3</strong>. Istifta&#8217; (meminta fatwa) akan sesuatu hal.<br />
Walaupun kita diperbolehkan menceritakan keburukan seseorang untuk meminta fatwa, untuk lebih berhati-hati, ada baiknya kita hanya menyebutkan keburukan orang lain sesuai yang ingin kita adukan, tidak lebih.</p>
<p><strong>4</strong>. Memperingatkan kaum muslimin dari beberapa kejahatan seperti:</p>
<p><strong>a</strong>. Apabila ada perawi, saksi, atau pengarang yang cacat sifat atau kelakuannya, menurut ijma&#8217; ulama kita boleh bahkan wajib memberitahukannya kepada kaum muslimin. Hal ini dilakukan untuk memelihara kebersihan syariat. Ghibah dengan tujuan seperti ini jelas diperbolehkan, bahkan diwajibkan untuk menjaga kesucian hadits. Apalagi hadits merupakan sumber hukum kedua bagi kaum muslimin setelah Al-Qur&#8217;an.</p>
<p><strong>b</strong>. Apabila kita melihat seseorang membeli barang yang cacat atau membeli budak (untuk masa sekarang bisa dianalogikan dengan mencari seorang pembantu rumah tangga) yang pencuri, peminum, dan sejenisnya, sedangkan si pembelinya tidak mengetahui. Ini dilakukan untuk memberi nasihat atau mencegah kejahatan terhadap saudara kita, bukan untuk menyakiti salah satu pihak.</p>
<p><strong>c</strong>. Apabila kita melihat seorang penuntut ilmu agama belajar kepada seseorang yang fasik atau ahli bid&#8217;ah dan kita khawatir terhadap bahaya yang akan menimpanya. Maka kita wajib menasehati dengan cara menjelaskan sifat dan keadaan guru tersebut dengan tujuan untuk kebaikan semata.</p>
<p><strong>5</strong>. Menceritakan kepada khalayak tentang seseorang yang berbuat fasik atau bid&#8217;ah seperti, minum-minuman keras, menyita harta orang secara paksa, memungut pajak liar atau perkara-perkara bathil lainnya.<br />
Ketika menceritakan keburukan itu kita tidak boleh menambah-nambahinya dan sepanjang niat kita dalam melakukan hal itu hanya untuk kebaikan.</p>
<p><strong>6</strong>. Bila seseorang telah dikenal dengan julukan si pincang, si pendek, si bisu, si buta, atau sebagainya, maka kita boleh memanggilnya dengan julukan di atas agar orang lain langsung mengerti.</p>
<p>Tetapi jika tujuannya untuk menghina, maka haram hukumnya. Jika ia mempunyai nama lain yang lebih baik, maka lebih baik memanggilnya dengan nama lain tersebut.Wallahu a&#8217;lam bishshawab</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epjq.wordpress.com/206/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epjq.wordpress.com/206/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epjq.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epjq.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epjq.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epjq.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epjq.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epjq.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epjq.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epjq.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epjq.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epjq.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=206&subd=epjq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/ghibah-yang-di-bolehkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a031f95137eeb08ee974e09bde81fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epj's</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kunci Rizki</title>
		<link>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/kunci-rizki/</link>
		<comments>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/kunci-rizki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 02:08:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epjq</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamic article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epjq.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
  &#60;!&#8211;  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:&#8221;Bradley Hand ITC&#8221;; 	mso-font-alt:&#8221;Courier New&#8221;; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:script; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=204&subd=epjq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><br />
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }<br />
  &lt;!&#8211;  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:&#8221;Bradley Hand ITC&#8221;; 	mso-font-alt:&#8221;Courier New&#8221;; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:script; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} p 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} span.bigtitle 	{mso-style-name:bigtitle;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt; <!--[if gte mso 10]&gt;--><br />
 /* Style Definitions */<br />
 table.MsoNormalTable<br />
	{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
	mso-tstyle-colband-size:0;<br />
	mso-style-noshow:yes;<br />
	mso-style-parent:&#8221;";<br />
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />
	mso-para-margin:0cm;<br />
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
	mso-pagination:widow-orphan;<br />
	font-size:10.0pt;<br />
	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;}</p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span class="bigtitle"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;color:red;">KUNCI-KUNCI RIZKI</span></strong></span><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;color:red;"><br />
</span></strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Di antara hal yang menyibukkan hati manusia adalah mencari rizki. Tidak sedikit dari kalangan manusia ini yang mencari rizki dengan cara yang diharamkan Allah. Baik dari golongan tingkat atas maupun tingkat paling bawah, baik oleh pejabatnya maupun oleh buruh sekalipun.Mereka tidak lagi peduli terhadap larangan Allah dan Rasul-Nya r, Mereka tidak lagi bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram karena akal sehatnya sudah tak dapat lagi berfungsi lantaran rakusnya terhadap dunia dan lupa terhadap Allah Ar Razzaaq.</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Kita dapat menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri, banyak dari kaum muslimin mendatangi tempat-tempat yang haram dikunjungi seperti dukun-dukun, paranormal, orang pintar atau apa saja sebutan mereka yang mengaku mengetahui perkara yang ghaib. Mereka meminta melalui perantaraan orang orang yang dianggap bisa mengeluarkan mereka dari musibah dan mereka juga memohon pertolongan untuk mengetahui urusan yang ghaib. Dan ketahuilah, bahwa rizki adalah salah satu dari perkara yang ghaib itu.</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Adalah suatu kewajiban bagi kita untuk bertawakkal kepada Allah yang telah menciptakan dan menanggung rizki semua makhluk-Nya. Dan sudah keharusan bagi kita untuk mengembalikan semua perkara yang ghaib itu kepada Allah saja.</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Allah dan Rasul-Nya r telah memerintahkan kita untuk mencari rizki yang halal dan baik, yang tentunya dengan cara berusaha yang halal dan baik pula. Namun disamping itu Allah dan Rasul-Nya r memberi jalan kepada kita dengan dibukanya kunci-kunci rizki yang tentu saja tanpa meninggalkan kasab (usaha).</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Kita akan bertanya dimanakah letak kunci-kunci rizki tersebut? Inilah 10 kunci-kunci rizki yang dikhabarkan kepada kita oleh Allah dan Rasul-Nya r :</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">1. Istighfar dan Taubat</span></strong><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Nabi Nuh u berkata kepada kaumnya : &#8220;Maka aku katakan kepada mereka, mohon ampunlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai&#8221;. (QS Nuh : 10-12)</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">2. Taqwa</span></strong><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Fiman Allah : &#8220;Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya&#8221;. (QS. Ath-Thalaq : 2-3)</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">3. Bertawakkal (berserah diri) kepada Allah </span></strong><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Rasulullah r bersabda : &#8220;Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi dengan perut lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang&#8221;. (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnul Mubarak, Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Qudha’i dan Al Baghawi dari ‘Umar bin Khaththab t)</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">4. Beribadah sepenuhnya kepada Allah semata</span></strong><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Rasulullah r bersabda : &#8220;Sesungguhnya Allah berfirman : &#8220;Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. (Dan) jika kalian tidak melakukannya, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu&#8221;. (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abu Hurairah t)</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">5. Menjalankan Haji dan Umrah</span></strong><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Rasulullah r bersabda : &#8220;Kerjakanlah haji dengan umrah atau sebaliknya. Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran (karat) besi.&#8221; (HSR Nasa’i. Hadits ini shahih menurut Imam Al Albani. Lihat Shahih Sunan Nasa’i.)</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">6. Silaturrahim (menyambung tali kekerabatan yang masih ada hubungan nasab)</span></strong><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Rasulullah r bersabda : &#8220;Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturrahim&#8221; (HSR. Bukhari)</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">7. Berinfak dijalan Allah </span></strong><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Allah berfirman : &#8220;Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dialah sebaik-baiknya Pemberi rizki&#8221;. (QS. </span><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Saba</span><span style="font-family:Verdana;color:purple;"> : 39)</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">8. Memberi nafkah kepada orang yang menuntut ilmu</span></strong><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Anas bin Malik t berkata : &#8220;Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah r. Salah seorang mendatangi (menuntut ilmu) pada Rasulullah r, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah r (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu), maka Beliau r bersabda : &#8220;Mudah-Mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia&#8221;. (HSR.Tirmidzi dan Al Hakim, Lihat Shahih Sunan Tirmidzi)</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">9. Berbuat baik kepada orang-orang lemah</span></strong><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Mush’ab bin Sa’d t berkata, bahwasanya Sa’d merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain. Maka Rasulullah r bersabda : &#8220;Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah diantara kalian?&#8221;. (HSR. Bukhari)</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:purple;">10. Hijrah dijalan Allah </span></strong><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Allah berfirman : &#8220;Barangsiapa berhijrah dijalan Allah, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak&#8221;. (QS. An Nisa : 100)</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Demikianlah beberapa kunci-kunci rizki dalam Islam yang memang sudah selayaknya seorang muslim untuk yakin terhadap apa yang difirmankan Allah dan apa yang disabdakan Rasul-Nya r supaya kita tidak terjerumus kedalam I’tiqad (keyakinan), perkataan dan perbuatan yang bathil.</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;color:purple;">Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada segenap keluarga, shahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik sampai akhir zaman nanti. Wallahu A’lam.</span><span style="font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epjq.wordpress.com/204/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epjq.wordpress.com/204/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epjq.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epjq.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epjq.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epjq.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epjq.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epjq.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epjq.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epjq.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epjq.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epjq.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=204&subd=epjq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epjq.wordpress.com/2008/09/02/kunci-rizki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a031f95137eeb08ee974e09bde81fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epj's</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untaian Kata Mutiara KH.A.Mustofa Bisri</title>
		<link>http://epjq.wordpress.com/2008/08/30/untaian-kata-mutiara-khamustofa-bisri/</link>
		<comments>http://epjq.wordpress.com/2008/08/30/untaian-kata-mutiara-khamustofa-bisri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 17:44:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epjq</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamic article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epjq.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Untaian Kata Mutiara
Oleh: KH. A. Mustofa Bisri

&#8220;Semulia-mulianya manusia adalah siapa yang mempunyai adab, emrendahkan diri
ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap
adil ketika kuat&#8221; (Khalifah Abdul Malik bin Marwan}.

&#8220;Jangan mengukur kebijaksanaan seseorang hanya karena kepandaiannya
berkata-kata, tetapi juga perlu dinilai buah fikiran serta tingkah lakunya&#8221;

&#8220;Jembatan menjadi penghubung antara dua buah kampong, perkawinan menjadi
penghubung antara dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=167&subd=epjq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Untaian Kata Mutiara</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#00b050;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Oleh: KH. A. Mustofa Bisri</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Semulia-mulianya manusia adalah siapa yang mempunyai adab, emrendahkan diri</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">adil ketika kuat&#8221; (Khalifah Abdul Malik bin Marwan}.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Jangan mengukur kebijaksanaan seseorang hanya karena kepandaiannya</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">berkata-kata, tetapi juga perlu dinilai buah fikiran serta tingkah lakunya&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Jembatan menjadi penghubung antara dua buah kampong, perkawinan menjadi</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">penghubung antara dua insan dan anak menjadi penghubung antara ibu dan ayah&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;kehidupan kita di dunia ini tidak menjanjikan suatu jaminan yang kekal. Apa</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">yang ada hanyalah percobaan, cabaran dan pelbagai peluang. Jaminan yang</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">kekal abadi hanya dapat ditemui apabila kita kembali semula kepada Ilahi&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Menjadi manusia merdeka bukan menjadi manusia yang tahu segala, tetapi</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">menjadi manusia yang ketertundukannya kepada semua yang fana tidak melebihi</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">ketertundukan kepada Allah Subhanahu Wata&#8217;ala, Laa Ilaha IllaLlah</span></span><span style="font-family:Courier New,monospace;"><span style="font-size:small;">…</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">..&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#00b050;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">i</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Semulia-mulianya manusia adalah siapa yang mempunyai adab, emrendahkan diri</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">adil ketika kuat&#8221; (Khalifah Abdul Malik bin Marwan}.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Jangan mengukur kebijaksanaan seseorang hanya karena kepandaiannya</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">berkata-kata, tetapi juga perlu dinilai buah fikiran serta tingkah lakunya&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Jembatan menjadi penghubung antara dua buah kampong, perkawinan menjadi</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">penghubung antara dua insan dan anak menjadi penghubung antara ibu dan ayah&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;kehidupan kita di dunia ini tidak menjanjikan suatu jaminan yang kekal. Apa</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">yang ada hanyalah percobaan, cabaran dan pelbagai peluang. Jaminan yang</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">kekal abadi hanya dapat ditemui apabila kita kembali semula kepada Ilahi&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Menjadi manusia merdeka bukan menjadi manusia yang tahu segala, tetapi</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">menjadi manusia yang ketertundukannya kepada semua yang fana tidak melebihi</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">ketertundukan kepada Allah Subhanahu Wata&#8217;ala, Laa Ilaha IllaLlah</span></span><span style="font-family:Courier New,monospace;"><span style="font-size:small;">…</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">..&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epjq.wordpress.com/167/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epjq.wordpress.com/167/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epjq.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epjq.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epjq.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epjq.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epjq.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epjq.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epjq.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epjq.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epjq.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epjq.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=167&subd=epjq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epjq.wordpress.com/2008/08/30/untaian-kata-mutiara-khamustofa-bisri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a031f95137eeb08ee974e09bde81fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epj's</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Hanya Senda Gurau!!!!</title>
		<link>http://epjq.wordpress.com/2008/08/30/hidup-hanya-senda-gurau-2/</link>
		<comments>http://epjq.wordpress.com/2008/08/30/hidup-hanya-senda-gurau-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 17:41:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epjq</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamic article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epjq.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Hidup Hanya Senda Gurau!!!!
Menganalogikan (mengumpamakan) hidup kita ini hanya permainan dan senda gurau belaka. Yang menjadi pertanyaan kita adalah :  Apa yang sebenarnya ada di dalam Permainan dan Senda gurau itu ?
Yang ada dalam suatu permainan adalah :
1.Pencipta Permainan yaitu Allah SWT
2.Nama Permainan yaitu Menyembah/Berbhakti kepada Allah SWT hal ini sesuai dengan Adz Dzaariyaat  ayat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=165&subd=epjq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#c00000;"><span style="font-family:Monotype Corsiva,cursive;"><span style="font-size:medium;"><strong>Hidup Hanya Senda Gurau!!!!</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Menganalogikan (mengumpamakan) hidup kita ini hanya permainan dan senda gurau belaka. Yang menjadi pertanyaan kita adalah :  Apa yang sebenarnya ada di dalam Permainan dan Senda gurau itu ?<br />
Yang ada dalam suatu permainan adalah :<br />
1.Pencipta Permainan yaitu Allah SWT<br />
2.Nama Permainan yaitu Menyembah/Berbhakti kepada Allah SWT hal ini sesuai dengan Adz Dzaariyaat  ayat 56 yang artinya : Dan tidaklah Allah ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada Nya.<br />
3.Peserta Permainan (Jin dan Manusia)<br />
4.Lawan Permainanan (Setan yang terdiri atas : Setan Berbentuk Jin dan Setan Berbentuk Manusia).<br />
5.Tempat permainan yaitu Dunia yang meliputi Bumi, Langit beserta isinya.<br />
6.Alat permainan yaitu Tubuh kita yang dilengkapi dengan berbagai macam organ/alat beserta indra.<br />
7.Peraturan-Peraturan Permainan yang ditentukan oleh Pencipta Permainan yaitu berupa Ketentuan-Ketentuan atau Hukum-Hukum Allah yang terdiri dari Al Qur’an dan Al Hadits<br />
8.Hakim yang mengatur Permainan dan menilai/menentukan hasil akhir dari Permainan yaitu Allah SWT yang menempatkan malaikat Rakib dan Atid yang diberi tugas untuk mencatat apa yang telah dilakukan manusia.<br />
9.Hasil akhir dari Permainan (Apa yang akan didapat oleh  manusia jika memenangkan Permainan dan apa yang akan didapat manusia jika mengalami kekalahan dalam Permainan).</p>
<p>Sedangkan yang ada dalam senda gurau adalah kesenangan yang kita dapat karena bersenda gurau itu. Kesenangan ini akan kita peroleh jika kita (Peserta permainan) bermain sesuai dengan peraturan-peraturan yang ditetapkan (Al Qur’an dan Al Hadits). Dan pada akhir permainan (kita menemui ajal) Hakim yang Maha Menentukan (Allah SWT) menilai kita sebagai orang yang berhak mendapatkan kehidupan di Syurga Nya karena sesuai dengan catatan malaikat Rakib dan Atid bahwa kita telah mendapatkan hasil permainan yang baik berupa : Amal Saleh, Ilmu bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain, dan Anak Soleh/Soleha yang selalu mendoakan.</p>
<p>Ternyata hidup kita hanya sederhana, diumpamakan seperti sebuah permainan. Dimana jika pemain yang bermain dalam permainan itu mengikuti aturan yang telah di tetapkan maka dia akan mendapatkan kebahagian (dunia dan akhirat) seperti pada saat dia menghadapi senda gurau. Dalam bersenda gurau yang ada adalah kebahagian, tak ada tangis, tak ada kesedihan, tak ada gelisah. Seperti inilah yang akan kita dapatkan jika kita bermain sesuai dengan aturan-aturan yang telah di tetapkan oleh Sang Pencipta kita.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epjq.wordpress.com/165/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epjq.wordpress.com/165/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epjq.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epjq.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epjq.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epjq.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epjq.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epjq.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epjq.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epjq.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epjq.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epjq.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=165&subd=epjq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epjq.wordpress.com/2008/08/30/hidup-hanya-senda-gurau-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a031f95137eeb08ee974e09bde81fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epj's</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan &#8220;Cat Stevens&#8221; Menjadi &#8220;Yusuf Islam&#8221;</title>
		<link>http://epjq.wordpress.com/2008/08/30/perjalanan-cat-stevens-menjadi-yusuf-islam/</link>
		<comments>http://epjq.wordpress.com/2008/08/30/perjalanan-cat-stevens-menjadi-yusuf-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 17:40:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epjq</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamic article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epjq.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan &#8220;Cat Stevens&#8221; Menjadi &#8220;Yusuf Islam&#8221;

&#8220;Aku dilahirkan di London, jantung dunia Barat. Aku dilahirkan di era televisi dan angkasa luar. Aku dilahirkan di era teknologi mencapai puncaknya di negara yang terkenal dengan peradabannya, negara Inggris. Aku tumbuh dalam masyarakat tersebut dan aku belajar di sekolah Katholik yang mengajarkanku tentang agama Nashrani sebagai jalan hidup dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=163&subd=epjq&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:large;"><strong>Perjalanan &#8220;Cat Stevens&#8221; Menjadi &#8220;Yusuf Islam&#8221;</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:large;"><br />
</span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Aku dilahirkan di London, jantung dunia Barat. Aku dilahirkan di era televisi dan angkasa luar. Aku dilahirkan di era teknologi mencapai puncaknya di negara yang terkenal dengan peradabannya, negara Inggris. Aku tumbuh dalam masyarakat tersebut dan aku belajar di sekolah Katholik yang mengajarkanku tentang agama Nashrani sebagai jalan hidup dan kepercayaan. Dari sini pula aku mengetahui apa yang harus kuketahui tentang Allah, al-Masih &#8216;Alaihis-salaam dan taqdir, yang baik maupun yang buruk.&#8221; </span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Mereka banyak memberitahuku tentang Allah, sedikit tentang al-Masih dan lebih sedikit lagi tentang Ruhul Qudus (Jibril).&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Kehidupan di sekelilingku adalah kehidupan materi. Paham materialis gencar diserukan dari berbagai media informasi. Mereka mengajarkan, kekayaan adalah kekayaan harta benda yang sesungguhnya, dan kefakiran adalah ketiadaan harta benda secara hakiki. Amerika adalah contoh negara kaya dan negara-negara dunia ketiga adalah contoh kemiskinan, kelaparan, kebodohan, dan kepapaan.<br />
Karena itu, aku harus memilih dan meniti jalan kekayaan, supaya aku bisa hidup bahagia; supaya aku dapat kenikmatan hidup. Karena itu, aku membangun falsafah hidup bahwa dunia tidaklah ada kaitannya dengan agama. Falsafah inilah yang aku jalani, agar aku mendapatkan kebahagiaan jiwa.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Lalu, aku mulai melihat kepada sarana untuk meraih kesuksesan. Dan, cara yang paling mudah -menurutku- adalah dengan membeli gitar, mengarang lagu, dan menyanyikannya sendiri. Aku lalu tampil di hadapan mereka. Inilah yang benar-benar aku lakukan dengan membawa nama &#8220;Cat Stevens&#8221;. Dan tidak berapa lama, yakni ketika aku berusia 18 tahun, aku telah menyelesaikan rekaman dalam delapan kaset. Setelah itu banyak sekali tawaran. Dan aku pun bisa mengumpulkan uang yang banyak. Di samping itu, pamorku pun mencapai puncak.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Ketika aku berada di puncak ketenaran, aku melihat ke bawah. Aku takut jatuh! Aku dihantui kegelisahan. Akhirnya, aku mulai minum minuman keras satu botol setiap hari, supaya memotivasi keberanianku untuk menyanyi. Aku merasa orang-orang di sekelilingku berpura-pura puas. Padahal, dari wajah mereka, tak seorang pun tampak puas, kepuasan yang sesungguhnya. Semuanya harus munafik, bahkan dalam jual beli dan mencari sesuap nasi, bahkan dalam hidup! Aku merasa, ini adalah sesat. Dari sini, aku mulai membenci kehidupanku sendiri. Aku menghindar dari orang banyak. Aku lalu jatuh sakit. Aku kemudian diopname di rumah sakit karena sakit paru-paru. Ketika di rumah sakit kondisiku lebih baik karena mengajakku berpikir.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Aku memiliki iman kepada Allah. Tetapi, gereja belum mengenalkanku siapakah Tuhan itu dan aku tak mampu sampai pada hakikat Tuhan sebagaimana yang dibicarakan gereja! Pikiranku buntu. Maka, aku memulai berpikir tentang jalan hidup yang baru. Aku memiliki buku-buku tentang akidah dan masalah ketimuran. Aku mencari tentang Islam dan hakikatnya. Dan seperti ada perasaan, aku harus menuju pada titik tujuan tertentu, tetapi aku tidak tahu keberadaan dan pengertiannya.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Aku tidak puas berpangku tangan, duduk dengan pikiran kosong. Aku mulai berpikir dan mencari kebahagiaan yang tidak kudapatkan dalam kekayaan, ketenaran, puncak karir maupun di gereja. Maka aku mulai mengetuk pintu Budha dan falsafah China. Aku pun mempelajarinya. Aku mengira, kebahagiaan adalah dengan mencari berita apa yang akan terjadi di hari esok, sehingga kita bisa menghindari keburukannya. Aku berubah menjadi penganut paham Qadariyyah. Aku percaya dengan bintang-bintang, mencari berita apa yang akan terjadi. Tetapi, semua itu ternyata keliru.<br />
Aku lalu pindah kepada ajaran komunis. Aku mengira bahwa kebajikan adalah dengan membagi kekayaan alam ini kepada setiap manusia. Tetapi, aku merasa bahwa ajaran komunis tidak sesuai dengan fitrah manusia. Sebab, keadilan adalah engkau mendapat sesuai apa yang telah engkau usahakan, dan ia tidak lari ke kantong orang lain.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Lalu, aku berpaling pada obat-obat penenang. Agar aku memutuskan mata rantai berbagai pikiran dan kebimbangan yang menyesakkan. Setelah itu, aku mengetahui bahwa tidak ada akidah yang bisa memberikan jawaban kepadaku. Yang bisa menjelaskan kepadaku hakikat yang sedang aku cari. Aku putus asa. Dan ketika itu aku belum mengetahui tentang Islam sama sekali. Maka aku tetap pada keyakinanku semula, pada pemahamanku yang pertama, yang aku pelajari dari gereja. Aku menyimpulkan bahwa kepercayaan-kepercayaan yang aku pelajari itu adalah keliru. Dan bahwa gereja sedikit lebih baik daripadanya. Aku kembali lagi kepada gereja. Aku kembali mengarang musik seperti semula. Dan aku merasa Kristen adalah agamaku. Aku berusaha ikhlas demi agamaku. Aku berusaha mengarang lagu-lagu dengan baik. Aku berangkat dari pemikirang Barat yang bergantung pada ajaran-ajaran gereja. Yakni, ajaran yang memberikan inspirasi kepada manusia bahwa dia akan sempurna seperti Tuhan jika ia melakukan pekerjaannya dengan baik serta ia mencintai dan ikhlas terhadap pekerjaannya.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Pada tahun 1975 terjadi suatu yang luar biasa, yakni ketika saudara kandungku tertua memberiku sebuah hadiah berupa satu mushaf Alquran. Mushaf itu masih tetap bersamaku sampai aku mengunjungi al-Quds Palestina. Setelah kunjungan tersebut, aku mulai mempelajari kitab yang dihadiahkan oleh saudaraku itu. Suatu kitab yang aku tidak mengetahui apa isi di dalamnya, juga tak mengetahui apa yang dibicarakannya. Lalu aku mencari terjemahan Alquran al-Karim setelah aku mengunjungi al-Quds. Pertama kalinya, melalui Alquran aku berpikir tentang apa itu Islam. Sebab, Islam menurut pandangan orang Barat adalah agama yang fanatik dan sektarian. Dan umat Islam itu sama saja. Mereka adalah orang-orang asing, baik Arab maupun Turki. Kedua orang tua saya berdarah Yunani. Dan orang Yunani sangat benci kepada orang Turki Muslim. Karena itu, seyogyanya aku membenci Alquran yang merupakan agama dan pedoman orang-orang Turki, sebagai dendam warisan. Tetapi, aku memandang, aku harus mempelajarinya (terjemahannya). Tidak mengapa aku mengetahui isinya.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Sejak pertama, aku merasa bahwa Alquran dimulai dengan Bismillah (dengan nama Allah), bukan dengan nama selain Allah. Dan ungkapan </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><em>Bismillahirrahmanirrahiim</em></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"> begitu sangat berpengaruh dalam jiwaku. Lalu surat al-Fatihah itu berlanjut dengan Faatihatul Kitab, Alhamdulillahi rabbil &#8216;alamiin. Segala puji milik Allah Sang Pencipta sekalian alam, dan Tuhan segenap makhluk.<br />
Sampai waktu itu, pemikiran saya tentang Tuhan begitu lemah tak berdaya. Mereka mengatakan kepadaku, &#8216;Sesungguhnya Allah adalah Maha Esa, tetapi terbagi menjadi tiga dzat! Bagaimana? Saya tidak mengerti&#8217;!&#8221;</span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Dan, mereka mengatakan kepadaku, &#8220;Sesungguhnya Tuhan kita bukanlah Tuhannya orang Yahudi.&#8221;<br />
Adapun Alquran, maka ia mulai dengan beribadah kepada Allah Yang Maha Esa, Tuhan segenap alam semesta. Alqura menegaskan keesaan Sang Pencipta. Dia tidak memiliki sekutu yang berbagi kekuasaan dengan-Nya. Dan, ini adalah pemahaman baru bagiku. Sebelumnya, sebelum aku mengetahui Alquran, aku hanya mengetahui adanya pemahaman kesesuaian dan kekuatan yang mampu mengalahkan mu&#8217;jizat. Adapun sekarang, dengan pemahaman Islam, aku mengetahu bahwa hanya Allah semata yang mampu dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Hal itu masih dibarengi dengan keimanan terhadap hari akhir dan bahwa kehidupan akhirat itu abadi. Jadi, tidaklah manusia itu dari segumpal daging kemudian berubah setiap hari kemudian menjadi debu, sebagaimana yang dikatakan oleh ahli biologi. Sebaliknya, apa yang kita lakukan dalam kehidupan dunia ini sangat menentukan keadaan yang akan terjadi dalam kehidupan di akhirat nanti. Alquran-lah yang menyeruku kepada Islam. Maka aku pun memenuhi seruannya. Adapun gereja yang menghancurkanku dan membuatku lelah dan letih, maka dialah yang mengantarkanku kepada Alquran. Yakni, ketika aku tidak mampu menjawab berbagai pertanyaan jiwa dan kalbuku.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Di dalam Alquran aku melihat sesuatu yang asing. Ia tidak sama dengan kitab-kitab lain. Ia tidak mengandung beberapa bagian atau sifat-sifat yang ada dalam kitab-kitab agama lain yang telah kubaca. Di sampul Alquran juga aku tidak mendapatkan nama pengarangnya. Karena itu, aku yakin betul dengan makna wahyu yang Allah wahyukan kepada Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang diutus-Nya. Kini aku telah memahami dengan jelas betul tentang perbedaan Alquran dengan Injil yang ditulis oleh tangan-tangan pengarang yang berbeda-beda sehingga melahirkan kisah-kisah yang bertentangan.<br />
Aku berusaha untuk mencari kesalahan di dalam Alquran, tetapi aku tidak menemukannya. Semua isi Alquran adalah sesuai dengan pemikiran keesaan Allah yang murni. Dari sini, aku mulai mengenal tentang apa itu Islam.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Alquran bukanlah satu-satunya risalah. Sebaliknya, di dalam Alquran didapatkan nama-nama semua nabi yang dimuliakan oleh Allah. Alquran tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Dan teori ini sangat logis. Sebab, jika anda beriman kepada seorang nabi dan tidak kepada yang lainnya, berarti anda telah mengingkari dan menghancurkan kesatuan risalah. Dari sejak itu, aku memahami bagaimana berantainya risalah sejak awal penciptaan manusia. Dan bahwa manusia sepanjang sejarah selalu terdiri dari dua barisan, mu&#8217;min dan kafir. Alquran telah menjawab semua hal yang kupertanyakan. Dengan demikian, aku merasa bahagia. Kebahagiaan mendapatkan kebenaran.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Aku mulai membaca Alquran semuanya, sepanjang satu tahun penuh. Aku mulai menerapkan pemahaman yang aku baca dari Alquran. Saat itu aku merasa bahwa akulah satu-satunya muslim di muka bumi ini. Lalu aku berpikir bagaimana aku menjadi muslim yang sesungguhnya. Maka aku pergi ke masjid London dan aku mengumumkan keislamanku. Aku mengatakan, </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>&#8216;Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah&#8217;.&#8221;</strong></span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Ketika itu, aku yakin bahwa Islam yang kupeluk adalah risalah yang berat, bukan suatu pekerjaan yang selesai dengan sekedar mengucapkan dua kalimat syahadat. Aku telah dilahirkan kembali. Dan aku telah mengetahui ke mana aku berjalan bersama saudara-saudara muslimku yang lainnya. Sebelumnya, aku sama sekali tidak pernah menemui salah seorang dari mereka. Seandainya pun ada seorang muslim yang menemuiku dan mengajakku kepada Islam, tentu aku menolak ajakkannya, karena keadaan umat Islam yang diremehkan dan diolok-olok oleh media informasi Barat. Bahkan, media umat Islam sendiri sering mengolok-olok hakikat Islam. Mereka justru sering mendukung berbagai kedustaan dan kebohongan yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam, padahal mereka ini tidak mampu memperbaiki bangsa mereka sendiri yang kini telah dihancurkan oleh penyakit-penyakit akhlak, sosial, dan sebagainya.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Aku telah mempelajari Islam dari sumbernya yang utama, yaitu Alquran. Selanjutnya, aku mempelajari sejarah hidup (sirah) Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Bagaimana beliau dengan perilaku dan sunnahnya mengajarkan Islam kepada umat Islam. Aku lalu mengetahui kekayaan yang agung dari kehidupan dan sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Aku sudah lupa musik. Aku bertanya kepada kawan-kawanku, &#8220;Apa aku mesti melanjutkan karir musikku?&#8221; Mereka menasihatiku agar aku berhenti, sebab musik akan melalaikan dari mengingat Allah. Dan itu bahaya besar. Aku menyaksikan pemuda-pemudi yang meninggalkan keluarga mereka dan hidup di tengah-tengah musik dan lagu. Ini adalah sesuatu yang tidak diridhai oleh Islam, yang menganjurkan dibangunnya generasi-generasi tangguh.&#8221;</span></span></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Itulah sekilas kisah islamnya seorang </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>penyanyi terkenal dari Inggris</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">. Ia setelah memeluk Islam mengubah namanya menjadi </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Yusuf Islam</strong></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;">. Allah telah mengganti segala yang ia dapatkan dari musik yang kemudian dia tinggalkan dengan hidayah iman kepada-Nya yang tak dapat dibandingkan dengan apa pun jua.</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epjq.wordpress.com/163/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epjq.wordpress.com/163/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epjq.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epjq.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epjq.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epjq.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epjq.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epjq.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epjq.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epjq.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epjq.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epjq.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epjq.wordpress.com&blog=4523003&post=163&subd=epjq&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epjq.wordpress.com/2008/08/30/perjalanan-cat-stevens-menjadi-yusuf-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a031f95137eeb08ee974e09bde81fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epj's</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>